Diberdayakan oleh Blogger.

s

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

WHO Gagal Capai Target Pemberantasan Ebola

WHO mencanangkan target mengisolasi 70% kasus ebola di tiga negara Afrika barat, yaitu Guinea, Liberia dan Sierra Leone pada 1 Desember.
Sebuah billboard dengan peringatan mengenai wabah Ebola di Conakry, Guinea (foto: dok). Hanya Guinea yang mencapai target pemberantasan ebola WHO sebelum 1 Desember 2014.
Sebuah billboard dengan peringatan mengenai wabah Ebola di Conakry, Guinea (foto: dok). Hanya Guinea yang mencapai target pemberantasan ebola WHO sebelum 1 Desember 2014.


Dua bulan lalu WHO meluncurkan rencana ambisius untuk menghentikan wabah Ebola yang mematikan di Afrika Barat, dengan target mengisolasi 70% orang yang sakit dan menguburkan 70% mayat secara aman di tiga negara yang paling parah dilanda Ebola, yaitu Guinea, Liberia dan Sierra Leone – selambat-lambatnya pada tanggal 1 Desember.
Menurut WHO, hanya Guinea yang telah mencapai target 1 Desember itu.
Di Liberia, hanya 23% kasus berhasil diisolasi dan 26% tim penguburan mayat yang beroperasi. Di Sierra Leone, sekitar 40% kasus berhasil diisolasi dan 27% tim penguburan mayat beroperasi.
Jelas bahwa target WHO tidak tercapai dan menandai kegagalan dalam upaya memperlambat wabah penyakit mematikan terbesar dalam sejarah ini.
Wabah Ebola pertama kali dilaporkan terjadi di Guinea bulan Maret lalu dan menular tak terkendali setelah dinyatakan sebagai darurat kesehatan publik pada bulan Agustus.
Bulan Oktober lalu Asisten Dirjen WHO Dr. Bruce Aylward mengakui bahwa target 1 Desember “mendorong sistem itu sangat kuat”. “Jika kita melakukannya dalam 60 hari, sebenarnya kita melakukanya dalam 90 hari. Walhasil – pertama – lebih banyak orang tewas dari yang diperkirakan, kedua – dibutuhkan lebih banyak kapasitas di lapangan untuk mengurus korban tewas itu”.
Dalam beberapa pekan ini ada kemajuan dalam upaya mengatasi Ebola, dan kasus ini tampaknya berkurang atau tidak meningkat di Liberia di Guinea. Tetapi daerah-daerah di sekitar ibukota Sierra Leone dan sebuah distrik di bagian utara negara itu tampaknya mengalami peningkatan kasus sangat besar.
Kalau pun target 1 Desember itu tercapai, WHO dan badan-badan lain memperkirakan Ebola akan tetap mewabah di Afrika Barat dan mungkin di tempat-tempat lain hingga tahun depan.
Hingga 26 November lalu WHO mencatat bahwa hampir 16.000 kasus Ebola terjadi dan 5.600 penderita, tersangka penderita atau kemungkinan kasus Ebola yang meninggal.

Sumber

Senin, 24 November 2014

Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Umum di Solo Lebihi Batas

Pemerintah menetapkan batasan kenaikan tarif maksimal angkutan umum sebesar 10 persen. Namun angkutan umum di Solo menaikkan tarif melebihi batas tersebut.
Tarid angkutan umum di Solo melebihi batas yang ditetapkan Pemerintah (Foto: VOA/Yudha)
Tarid angkutan umum di Solo melebihi batas yang ditetapkan Pemerintah (Foto: VOA/Yudha)


Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM memicu melonjaknya tarif angkutan umum di Solo, Senin siang (24/11). Angkutan Umum yang dikelola pemerintah kota Solo pun ikut mengalami kenaikan tarif. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika atau Dishubkominfo Pemkot Solo, Yosca Herman, mengatakan Bus Batik Solo Trans atau BST yang dikelola pemkot Solo pun mengalami kenaikan tarif, tak lebih dari 10 persen, sesuai instruksi pemerintah.

“Jelas ada penyesuaian tarif bus BST. Sesuai instruksi Menhub kan maksimal 10 persen. BST ini kan masih disubsidi pemerintah. Menhub membatasi tarif naik 10 persen itu kan untuk angkutan umum massal yang tidak seperti bus Batik Solo Trans atau BST ini," jelas Yosca Herman.

Namun di kondisi berbeda terjadi di lapangan. Tarif bus BST di Solo mengalami kenaikan sekitar 15-25 persen. Kondisi yang serupa juga dialami angkutan umum non-pemerintah. Ketua Organisasi Angkutan Darat atau Organda Solo, Joko Suprapto, mengatakan kenaikan tarif angkutan sebagai dampak harga BBM sekitar 25 hingga 30 persen.

“Pemerintah melalui menteri perhubungan membatasi kenaikan tarif angkutan maksimal 10 persen, kami menolak..hitung-hitungan kami kondisi real itu kenaikan tarif seharusnya sekitar 25-30 persen..tarif angkutan umum di Solo rata-rata naik 15-25 persen..spare part kan harganya juga mulai naik 5-10 persen,” lanjutnya.

Data Organda Solo menunjukkan dari 700 armada angkutan umum yang terdaftar, hanya 30 persen yang beroperasi. Organda Solo menyatakan akibat kenaikan harga BBM, jumlah armada angkutan umum yang beroperasi di Solo tersebut akan semakin menyusut. Sementara itu, Bus BST yang dikelola Pemkot Solo, akan melayani sembilan koridor atau rute trayek dengan jumlah armada yang disiapkan 230 unit.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak, pekan lalu. Harga Solar Subsidi dan Premium Subsidi naik Rp 2000 per liter. Menteri Perhubungan menetapkan batas maksimal kenaikan tarif angkutan umum di masyarakat sekitar 10 persen.

Sumber

Sabtu, 22 November 2014

PM Modi Undang Presiden Obama Jadi Tamu Utama HUT Republik India

Hari Republik di India menandai pemberlakuan konstitusi India pada 1950, dan penyelesaian transisi ke demokrasi yang dimulai saat India memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.
Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: dok).
Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: dok).

Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Obama akan jadi Tamu Utama pada perayaan Hari Republik India di New Delhi pada Januari mendatang. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah, seorang presiden Amerika akan hadir dalam peringatan tersebut.
Obama juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi, yang dalam undangannya menyebut Obama sebagai sahabatnya.
Gedung Putih mengatakan pembicaraan yang berlangsung akan memperkuat hubungan India Amerika.
Hari Republik di India menandai pemberlakuan konstitusi India pada 1950, dan penyelesaian transisi ke demokrasi yang dimulai saat India memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Sumber

Jumat, 21 November 2014

Dokter Mesir bebas dari dakwaan lakukan sunat perempuan

http://ichef.bbci.co.uk/news/ws/660/amz/worldservice/live/assets/images/2014/05/13/140513123427_fgm_index_512x288_bbc.jpg
Soheir al Bataa dilaporkan merasa ketakutan menjalani operasi dan menolak menjalaninya.
Dokter pertama di Mesir yang diadili dalam kasus dugaan pengrusakan alat kelamin perempuan dibebaskan dari seluruh dakwaan.

Dalam sidang hari Kamis (20/11) di kota Aqa, dokter Raslan Fadl dinyatakan tidak bersalah setelah sidang digelar selama berbulan-bulan.

Ia dikenai dakwaan melakukan pengrusakan alat kelamin perempuan, atau di Mesir biasa disebut sunat perempuan, yang menyebabkan kematian seorang anak perempuan berusia 13 tahun, Soheir al Bataa.

Anak tersebut meninggal dunia Juni tahun 2013 setelah diduga menjalani prosedur sunat perempuan dengan pengrusakan alat kelamin. Praktik tersebut masih banyak dilakukan masyarakat Mesir meskipun secara resmi sudah dilarang sejak 2008, lapor wartawan BBC di Kairo, Kate Benyon-Tinker.

Menyusul kematian Soheir al Bataa, pihak berwenang membawa dokter Raslan Fadl ke meja hijau. Ia tercatat sebagai dokter pertama yang diperkarakan karena sunat perempuan.

Ia membantah melakukan sunat perempuan terhadap Soheir al Bataa dan mengatakan anak itu meninggal dunia menyusul operasi lain yang berbeda.

Selain dokter Fadl, pengadilan juga membebaskan ayah sang anak.

Beberapa kelompok hak perempuan mengatakan sidang kasus sunat perempuan itu semula diharapkan sebagai langkah maju menentang praktik tersebut. Kini mereka menyatakan kekecewaan atas keputusan pengadilan.

Diperkirakan sekitar 90% perempuan di Mesir di bawah usia 55 telah menjalani sunat.
Sumber

Setidaknya 45 Tewas di Tangan Militan Nigeria






Berbagai sumber di Nigeria mengatakan sedikitnya 45 orang tewas setelah orang-orang yang diduga militan Boko Haram menyerang sebuah desa di negara bagian Borno.
Perempuan dan anak-anak yang berhasil lolos dari kekerasan militan Boko Haram berada di penampungan pengungsi di Wurojuli, Gombe 2/9/2014. Boko Haram kembali melancarkan kekerasan di Nigeria.
Perempuan dan anak-anak yang berhasil lolos dari kekerasan militan Boko Haram berada di penampungan pengungsi di Wurojuli, Gombe 2/9/2014. Boko Haram kembali melancarkan kekerasan di Nigeria. 
 
Laporan-laporan itu mengatakan para militan Boko Haram menyerbu desa Azaya Kura di daerah Mafa sekitar pukul 12 siang waktu setempat hari Rabu dan menyerang para penduduk dan menghancurkan rumah-rumah. Militan itu juga menjarah makanan, barang-barang, dan ternak.

Penjabat ketua Dewan Mafa, Alhaji Shettima Lawan, mengukuhkan serangan itu, demikian pula Muhammed Gava, pejabat milisi setempat, Kelompok Siskamling Nigeria.

Seorang warga setempat, Jabir Usman, memberitahu para wartawan di Maidguri bahwa para penduduk desa menemukan 45 jenazah. Dia mengatakan mungkin masih ada korban yang belum ditemukan.

Sebagian besar penduduk di Mafa, dimana Dewan Mafa berpusat, melarikan diri dari rumah mereka hampir dua bulan lalu setelah ekstremis Boko Haram menetapkan kewenangan mereka di wilayah itu.

Hari Kamis, DPR Nigeria menolak permintaan Presiden Goodluck Jonathan untuk memperpanjang keadaan darurat di tiga negara bagian di sebelah timur laut.

Partai oposisi utama di negara itu mengemukakan kekuasaan khusus telah gagal untuk membendung kekerasan di wilayah itu. Tetapi seorang juru bicara DPR, Zakaria Mohammed, mengatakan kepada kantor berita Perancis bahwa presiden tetap bebas menempatkan pasukan “di tempat-tempat yang bergolak” di negara itu.

Boko Haram dituduh berada dibalik ribuan kematian selama pergolakan lima tahun. Kelompok itu telah merebut sejumlah kota di negara bagian Borno dan Adamawa untuk dijadikan khilafah di bawah hukum Islam.

Sumber

Kamis, 20 November 2014

Indonesia Protes Keras Kebijakan Australia

Indonesia Protes Keras Kebijakan Australia
JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi merespons kebijakan Pemerintah Australia perihal pencari suaka karena dinilai akan merugikan Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Australia mengeluarkan peraturan baru mengenai pencari suaka yang datang ke sana. Mereka akan diusir begitu saja dari teritorial Australia sehingga otomatis lari ke Indonesia.
"Saya sudah melakukan pertemuan dengan pihak UNHCR. Intinya, kami sangat menyesalkan kebijakan yang diambil secara sepihak oleh Australia," kata Menlu Retno di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (20/11/2014).
Menlu Retno melanjutkan, kebijakan itu merupakan suatu pengingkaran sebagai anggota conference on refugee dan pengingkaran sebagai kewajiban internasional.
"Saya ingin menegaskan bahwa kebijakan bilateral itu tidak akan membantu menyelesaikan permasalahan. Kita sudah sepakat kerjasama dengan beberapa negara," kata Menlu Retno.
"UNHCR sangat keras menyampaikan penolakan kebijakan yang diambil Pemerintah Australia," lanjutnya.
Menlu Retno menyatakan akan membicarakan permasalahan ini dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.
(put)

Sumber

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger