Diberdayakan oleh Blogger.

s

Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2015

Asam Jawa Andalan Sarwendah Hilangkan Mual karena Kehamilan

Asam Jawa Andalan Sarwendah Hilangkan Mual karena Kehamilan
MUAL dan muntah adalah gejala wajar dalam kehamilan, sebagai bagian dari morning sickness. Namun berbeda dengan yang dialami istri Ruben Onsu, Sarwendah Tan.
Selama hamil enam bulan, mantan personel Cherrybelle ini selalu alami mual dan muntah di malam hari.
"Sejak awal aku memang alami muntah dan mual. Tapi anehnya aku mual dan muntah hanya malam hari, malah aku tak alami morning sickness," ucap Wenda kepada Okezone saat ditemui di Kantor Genie, Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 6 Januari 2015.
Menurut wanita keturunan Tionghoa ini, ia kerap alami mual dan muntah hingga lima kali. Ini mengakibatkan makanan yang dikonsumsinya sering keluar lagi. Kemudian, Wenda mencari solusi dengan mencari asam jawa untuk menghilangkan mual di perutnya.
"Sampai Ruben mencarikan permen asam jawa ke mana-mana. Lumayan mengurangi mual aku. Tapi setelah itu enggak makan lagi, mualnya makin menjadi," bebernya. Mual dan muntah yang dialaminya, lanjut Wenda, mulai berkurang seiring kehamilannya yang sudah masuk usia enam bulan.
"Setelah masuk ke usia enam bulan, mual dan muntahnya mulai berkurang. Aku sudah mulai enak makan. Kan demi si bayi juga, kasihan kalau aku enggak suka makan," pungkas Wenda.

Senin, 24 November 2014

Demam Berdarah Masih Jadi Ancaman Dunia Kesehatan

Demam dengue atau “deman berdarah” menyebabkan kelesuan seperti gejala flu, gatal, sakit kepala dan pegal-pegal pada persendian. Karena gejala itulah, maka disebut “penyakit tulang punggung”.
Seorang pasien demam berdarah ditemani keluarganya saat dirawat di rumah sakit Rawalpindi, Pakistan, 21 Oktober 2014 (Foto: dok).
Seorang pasien demam berdarah ditemani keluarganya saat dirawat di rumah sakit Rawalpindi, Pakistan, 21 Oktober 2014 (Foto: dok).


Seiring dengan merebaknya wabah Ebola di Afrika Barat, terdapat keprihatinan bahwa ada penyakit lain, yang mematikan dan membunuh banyak orang di dunia, yang secara luas terabaikan.
Demam Dengue atau di Indonesia sering disebut “Demam Berdarah” yang ditularkan oleh nyamuk, terus meluas di negara-negara termasuk India dan Malaysia, di mana hampir separuh dari penduduk dunia tinggal. Tetapi, vaksin yang telah lama dicari, yang memberikan perlindungan terhadap dengue itu, akan segera tersedia.
Demam dengue atau “deman berdarah” menyebabkan kelesuan seperti gejala flu, gatal, sakit kepala dan pegal-pegal pada persendian. Karena gejala itulah, maka disebut “penyakit tulang punggung”.
Seperti Ebola, dengue dianggap penyakit yang berkaitan dengan darah, menyebabkan kematian dalam kasus yang parah. Demikian keterangan penasihat senior dan ilmuwan konsorsium internasional di Dengue Vaccine Initiative, Scott Halstead, yang mengabdikan diri pada pengembangan vaksin.
Tidak seperti Ebola, yang dalam wabah sekarang ini – telah menjangkiti lebih dari 14,000 orang di Afrika Barat, Halstead mengatakan, lingkup demamdengue sangat besar, sampai 100 juta orang yang terinfeksi, kebanyakan di seluruh Asia.
“Saya pikir orang yang bekerja di bidang demam dengue merasa, 'Ooh, kami akan diabaikan. Tetapi karena ratusan ribu, mungkin jutaan orang memerlukan perawatan klinis, maka itu merupakan masalahyang kita hadapi di semua tempat,” kata Scott Halstead.
Ada empat virus demamdengue, semuanya disebarkan oleh nyamuk. Selamat dari ke-empat jenis virus itu akan memberikan kekebalan seumur hidup terhadap virus itu, namun tidak melindungi orang itu dari infeksi lain pada masa mendatang.
Dua tahun lalu, percobaan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Perancis, Sanofi Pasteur diuji coba pada sebuah kelompok terdiri atas 4.000 anak sekolah di Thailand dan tidak manjur seperti yang diharapkan. Hanya 30 persen anak yang terlindungi dari infeksi. Tujuan para peneliti adalah menciptakan vaksin yang 70 persen manjur melawan semua jenis virus dengue.
Kini, dalam uji coba klinik lanjutan yang dilakukan di 5 negara Amerika Latin, yang melibatkan hampir 21.000 anak sehat, perusahaan itu menjanjikan hasil vaksin yang sama.
Halstead mengatakan, vaksin itu gagal di Thailand karena kebanyakan diberikan kepada anak-anak yang terjangkit dengan dengue tipe 2, virus yang terbukti paling sulit di antara ke-4 jenis virus yang paling sulit dicegah.
Dengan uji coba klinis yang direncanakan, para peneliti Sanofi berharap akan belajar tentang bagaimana vaksin itu memberikan perlindungan terhadap demam dengue, dengan meningkatkan kemanjurannya.

Sumber

Jumat, 21 November 2014

Kanker Rahim, Kanker Penyebab Utama Kematian di Afrika

Para pakar medis mengatakan kanker rahim masih menjadi penyebab utama kematian terkait kanker di Sub-Sahara Afrika. Sebagian besar meninggal karena mengabaikannya.
Sebagian besar perempuan Sub Sahara yang meninggal akibat kanker rahim karena mengabaikannya (foto: ilustrasi).
Sebagian besar perempuan Sub Sahara yang meninggal akibat kanker rahim karena mengabaikannya (foto: ilustrasi).

Kurang dari satu persen perempuan diperiksa untuk mengetahui penyakit itu. Kampanye vaksin gratis bagi anak perempuan berusia 9 sampai 13 tahun sedang berlangsung.
Para dokter medis dari Chad, Gabon, Republik Kongo, Guinea, Kamerun dan Republik Afrika Tengah mengatakan dampak penyakit kronis seperti kanker terus meningkat di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah. Dr. Ndikum Donald, pakar kanker yang bekerja di ibukota Chad, N'Djamena, mengatakan deteksi dini penting untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan.
“Negara-negara berpendapatan rendah paling terkena dampaknya karena di negara-negara maju ada program yang terorganisir, program rutin dimana mereka memeriksa perempuan setiap tiga sampai tahun,” kata Donald.
Profesor Anderson Doh dari komite kanker Kamerun mengatakan di negaranya saja, mereka telah mendeteksi 14.000 kasus kanker setiap tahun dan 4,000 diantaranya adalah kanker rahim. Dia mengatakan sebagian besar dilaporkan terjadi pada perempuan paruh baya dan pasien menderita lebih lama dan meninggal lebih cepat dari mereka di negara-negara berpendapatan tinggi.

“Angkanya meningkat sebagian karena jumlah penduduknya bertambah. Tetapi perubahan gaya hidup juga mempengaruhi. Merokok misalnya. Sebagian pengidap kanker rahim, kanker payudara dan kanker prostat yang meminta bantuan, usianya masih sangat muda,” papar Anderson.
Profesor Doh mengatakan pemerintah di negara-negara Sub-Sahara harus bertindak cepat. Dia mengatakan semua perempuan, terlepas dari status ekonomi atau lokasi geografis, seharusnya memiliki akses ke pemeriksaan kanker rahim yang akurat dan terjangkau. Dia menganjurkan orang-orang untuk menjalani hidup yang lebih sehat untuk mencegah penyakit itu.

Kanker rahim adalah penyebab utama kematian terkait kanker pada perempuan di negara-negara yang bulan ini mengadakan pemeriksaan bagi perempuan berusia 9 sampai 13 tahun. Profesor Anderson Doh mengatakan kampanye itu gratis.
“Vaksinnya gratis. Ada dua jenis vaksin di pasaran: Gardasil dan Cervarix. Kami memilih Gardasil yang diproduksi di AS, karena itu akan mencegah kedua kanker yang kita bicarakan ini di wilayah dimana HIV/AIDS marak,” tambahnya.

Para pakar kesehatan mengatakan kanker rahim dapat dicegah, tetapi setiap tahun sekitar 80 persen kematian terkait kanker terjadi di negara-negara berkembang, di mana kurang dari satu persen perempuan diperiksa akan keberadaan penyakit itu.

Sumber

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger